Kultum Tentang Hikmah Syukur
Syukur merupakan ungkapan rasa terima kasih akan segala
kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita, selaku
makhluk-Nya. Sudah sepantasnya kita sebagai makhluknya untuk selalu
bersyukur kepada Allah setiap waktu. Bacaan yang berisi kultum tentang hikmah
syukur ini insyaallah akan membuka mata hati dan pikiran kita tentang hakikat
syukur serta bagaimana cara-cara bersyukur kepada Allah SWT dan Rasululloh Saw.
Mengenali Nikmat Allah
Melalui kultum tentang hikmah syukur ini, pertama kita akan
belajar bagaimana cara mengenali segala nikmat Allah SWT. Coba tafakuri lah
seluruh anggota badan kita sendiri. Berapa ribu nikmat Allah yang diberikan
melalui badan, dari mulai nikmat bernafas, mata dapat berkedip, lidah dapat
merasa, telinga dapat mendengar, gerakan tangan dan kaki serta nikmat-nikmat
yang lainnya.
Tidakkah sedikit pun kita berpikir bahwa itu semua adalah
sebagian dari nikmat Allah SWT yang wajib disyukuri? Coba bayangkan jika salah
satu organ tubuh tak dapat berfungsi, meski ratusan juta pun biaya yang
dikeluarkan belum tentu dapat diobati jika tidak ada izin Allah SWT.
Orang yang sombong adalah orang yang tidak pernah menyadari akan
nikmat yang telah Allah berikan dan tidak ingat untuk mensyukurinya. Akan
tetapi, ciri orang yang beriman adalah orang yang selalu pandai dalam
mensyukuri segala nikmat baik yang sedikit atau banyak.
Cara Bersyukur
Banyak cara yang dapat dilakukan sebagai wujud rasa syukur, di
antaranya cara yang paling mudah adalah selalu mengucapkan “Alhamdulillah” saat
kita mendapatkan nikmat apapun dari Allah SWT. Selain itu, saat memulai segala
sesuatu baik saat makan, bekerja, dan lain-lain dengan mengucapkan “Bismillah”
ataupun do’a-do’a yang lainnya merupakan wujud rasa syukur atas nikmat Allah.
Selain syukur dengan ucapan, hakikatnya bersyukur adalah dengan
tindakan. Tidak kah terpikirkan oleh kita bahwa selalu melaksanakan shalat
fardu, shalat sunat, puasa, sodaqoh, mengaji, dan mencari ilmu merupakan bentuk
dari hakikat bersyukur kepada Allah SWT?
Orang yang mengucapkan alhamdulilah tapi malas melaksanakan
shalat dan ibadah-ibadah lainnya bukanlah ciri dari orang yang bersyukur.
Lawan dari kata syukur nikmat adalah kufur nikmat. Bentuk dari
kufur nikmat yaitu jika seseorang tidak merasa bahwa nikmat yang diterimanya
adalah pemberian Allah SWT, tapi dia malah merasa semua itu hasil kerja
kerasnya sendiri. Selain itu orang-orang yang selalu maksiat dan menjauhi
perintah Allah SWT juga digolongkan ke dalam orang-orang yang kufur nikmat.
Ayat tersebut membuktikan bahwa Allah membenci orang yang
tidak suka bersyukur. Jika hamba tersebut malah mengingkari atau mengkufuri
nikmat dari Allah, dia hanya tinggal menunggu azab yang akan diberikan baik itu
di dunia atau di akhirat. Azab yang diberikan dapat berupa kesengsaraan hidup
atau hati yang selau gundah gulana penuh ketakutan dan jauh dari kenyamanan.
Sedangkan azab di akhirat sangatlah jelas siksa neraka adalah bagiannya.Itulah
ulasan singkat mengenai kultum tentang hikmah syukur, semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar